30 Maret 2013



BAB I
PENDAHULUAN


1.1        Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi sekarang ini sangat mendukung dalam kehidupan manusia di Indonesia bahkan di dunia. Penemuan yang setiap waktu terjadi dan para peneliti terus berusaha dalam penelitiannya demi kemajuan dan kemudahan dalam beraktivitas.
Ilmu kedokteran khususnya ilmu kesehatan pun begitu cepat bekembang mulai dari peralatan ataupun teori sehingga mendorong para pengguna serta spesialis tidak mau ketinggalan untuk bisa memiliki dan memahami wawasan serta ilmu pengetahuan tersebut.
Terkait ilmu kesehatan dalam hal ini, yaitu sistem reproduksi banyak sekali teori-teori serta keilmuan yang harus dimiliki oleh para pakar atau spesialis yang menangani tentang sistem reproduksi. Wilayah keilmuan tersebut sangat penting dimiliki demi mengemban tugas untuk bisa menolong para pasien yang mana demi kesehatan, kesejahteraan dan kelancaran pasien dalam menjalanakan kodratnya sebagai wanita.
Pengetahuan tentang sistem reproduksi bukan saja penting dimiliki oleh para bidan atau spesialais tetapi sangat begitu penting pula dimiliki khususnya oleh para istri-istri atau perempuan sebagai ibu atau bakal ibu dari anak-anaknya demi kesehatan, kesejahteraan dan untuk mengetahui secara dini apa saja gangguan dan penyakit dalam sistem reproduksi wanita.
Untuk itu, penulis dalam makalah ini bermaksud ingin memberikan beberapa pembahasan tentang “Sistem Reproduksi Wanita”.

1.2        Rumusan Masalah
1.2.1        Jelaskan definisi sistem reproduksi wanita!
1.2.2        Jelaskan bagian-bagian alat reproduksi luar pada wanita!
1.2.3        Jelaskan bagian-bagian alat reproduksi dalam pada wanita!
1.2.4        Jelaskan fisiologi sistem reproduksi pada wanita!
1.2.5        Jelaskan kelainan atau gangguan pada sistem reproduksi pada wanita!

1.3        Tujuan Penulisan
1.3.1        Tujuan Khusus
1.3.1.1        Untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Klinik IV
1.3.2        Tujuan Umum
1.3.2.1        Untuk mendeskripsikan definisi sistem reproduksi wanita
1.3.2.2        Untuk mendeskripsikan bagian-bagian alat reproduksi luar pada wanita
1.3.2.3        Untuk mendeskripsikan bagian-bagian alat reproduksi dalam pada wanita
1.3.2.4        Untuk mendeskripsikan fisiologi sistem reproduksi pada wanita
1.3.2.5        Untuk mendeskripsikan kelainan atau gangguan pada sistem reproduksi pada wanita

1.4        Manfaat Penulisan
1.4.1        Bagi Mahasiswa
1.4.1.1        Dapat memahami definisi sistem reproduksi wanita
1.4.1.2        Dapat memahami bagian-bagian alat reproduksi luar pada wanita
1.4.1.3        Dapat memahami bagian-bagian alat reproduksi dalam pada wanita
1.4.1.4        Dapat memahami fisiologi sistem reproduksi pada wanita
1.4.1.5        Dapat memahami kelainan atau gangguan pada sistem reproduksi pada wanita
1.4.2        Bagi Masyarakat
1.4.2.1        Masyarakat dapat menggunakan makalah ini sebagai bahan bacaan maupun refrensi khususnya tentang Sistem Reproduksi Wanita






BAB II
KAJIAN PUSTAKA



2.1    Definisi
Sistem reproduksi wanita merupakan sebuah sistem tubuh yang memiliki bentuk dan fungsi yang unik dan berbeda dengan sistem-sistem tubuh lainnya. Keunikan tersebut sebenarnya serupa dengan sistem reproduksi pada pria. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan mengetahui tujuan dan fungsi utama dari sistem reproduksi wanita yaitu :
2.1.1        Menghasilkan sel telur
2.1.2        Menghantarkan sel telur sampai pada tempat dimana sel telur tersebut dibuahi oleh spermatozoa.
2.1.3        Menyediakan tempat implantasi hingga kehamilan dan kelahiran bayi.
2.1.4        Alat aktifitas seksual.
Akan tetapi, sistem reproduksi wanita sering dianggap sebagai sebuah sistem yang lebih kompleks daripada sistem reproduksi pria. Hal tersebut terjadi karena hampir seluruh fungsi reproduksi manusia terjadi di dalam sistem reproduksi wanita.
Alat reproduksi wanita dibagi atas 2 bagian yaitu :
-          Alat reproduksi luar (genetalia eksterna)
adalah alat reproduksi wanita yang dapat dilihat dari luar bila wanita dalam posisi litotomi. Organ genitalia eksterna dan vagina adalah bagian untuk sanggama.
-          Alat reproduksi dalam (genetalia interna)
Adalah bagian untuk ovulasi, tempat pembuahan sel telur, transportasi blastokis, implantasi, dan tumbuh kembang janin (Prawirohardjo, 2009)

2.2     Bagian-bagian Alat Reproduksi Luar
Organ genitalia eksterna terdiri dari (Prawirohardjo, 2009) :
2.2.1        Vulva (pukas) atau pudenda, meliputi seluruh struktur eksternal yang dapat dilihat mulai dari pubis sampai perineum, yaitu mons veneris, labia mayora dan labia minora, klitoris, selaput darah (hymen), vestibulum, muara uretra, berbagai kelenjar, dan struktur vaskular.
2.2.2        Mons veneris atau mons pubis adalah bagian yang menonjol di atas simfisis dan pada perempuan setelah pubertas ditutup oleh rambut kemaluan. Pada perempuan umumnya batas atas rambut melintang sampai pinggir atas simfisis, sedangkan ke bawah sampai ke sekitar anus dan paha.
2.2.3        Labia mayora (bibir-bibir besar) terdiri atas bagian kanan dan kiri, lonjong mengecil ke bawah, terisi oleh jaringan lemak yang serupa dengan yang ada di mons veneris. Labia mayora analog dengan skrotum pada pria.
2.2.4        Labia minora (bibir-bibir kecil atau nymphae) adalah suatu lipatan tipis dan kulit sebelah dalam bibir besar. Kulit yang meliputi bibir kecil mengandung banyak glandula sebasea (kelenjar-kelenjar lemak) dan juga ujung-ujung saraf yang menyebabkan bibir kecil sangat sensitif. Jaringan ikatnya mengandung banyak pembuluh darah dan beberapa otot polos yang menyebabkan bibir kecil ini dapat. mengembang.
2.2.5        Klitoris kira-kira sebesar kacang ijo, tertutup oleh preputium klitoridis dan terdiri atas glans klitoridis, korpus klitoridis, dan dua krura yang menggantungkan klitoris ke os pubis. Glans klitoridis terdiri atas jaringan yang dapat mengembang, penuh dengan urat saraf, sehingga sangat sensitif.
2.2.6        Vestibulum berbentuk lonjong dengan ukuran panjang dan depan ke belakang dan dibatasi di depan oleh klitoris, kanan dan kiri oleh kedua bibir kecil dan di belakang oleh perineum (fourchette).
2.2.7        Bulbus Vestibuli sinistra et dekstra merupakan pengumpulan vena terletak di bawah selaput lendir vestibulum, dekat namus ossis pubis. Panjangnya 3-4 cm, lebarnya 1-2 cm dan tebalnya 0,5-1 cm. Bulbus vestibuli mengandung banyak pembuluh darah, sebagian tertutup oleh muskulus iskio kavernosus dan muskulus konstriktor vagina.
2.2.8        Introitus Vagina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Pada seorang Virgo selalu dilindungi oleh labia minora yang baru dapat dilihat jika bibir kecil ini dibuka. Introitus vagina ditutupi oleh selaput dara (himen). Himen ini mempunyai bentuk berbeda-beda, dan yang semilunar (bulan sabit) sampai yang berlubang-lubang atau yang bersekat (septum).
2.2.9        Perineum terletak antara vulva dan anus, panjangnya rata-rata 4 cm. Jaringan yang mendukung perineum terutama ialah diafragma pelvis dan diafragma urogenitalis.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_e9AyglOi9bViJ9o2-3mQaMKfAshO6-D0nLKuMyJ8-MmL3WK3Uv_c3FVWDNsrlVdmRjhyBRleWfaHizNRnm0VxLc4ImABlbhjzgfg4iiJHHYcljs0XD4wajYRomFDX-4NfoYaZ2p9s7nV/s320/untitled.bmp
Gambar a : Alat Reproduksi Luar

2.3     Bagian-bagian Alat Reproduksi Dalam
2.3.1     Sepasang Ovarium ( Indung Telur )
Terdapat dua indung telur, masing – masing di kanan dan di kiri Rahim, dilapisi mesovarium dan tergantung di belakang lig. Latum. Bentuknya seperti buah almon., sebesar ibu jari tangan ( jempol ) ukuran 2,5 – 5 cm  0,6 – 1 cm. indung telur ini posisinya ditunjang oleh mesovarium, lig. Ovarika, lig. Infundibulopelvikum. Merupakan alat reproduksi yang setelah dewasa menghasilkan ovum ( telur ). Berfungsi sebagai kelenjar endokrin ( menghasilkan estrogen dan progresteron ). Juga berperan dalam mengatur siklus haid. Strukturnya terdiri dari :
a.       Korteks / kulit terdiri dari :
-          Tunika albuginea, yaitu epitel berbentuk kubik
-          Jaringan ikat di sela – sela jaringan lain
-          Stroma, folikel primordial, dan folikel de graf
-          Sel – sel Warthard
b.      Medulla / inti atau zona vaskulosa terdiri dari :
-          Stroma berisi pembuluh darah
-          Serabut saraf
-          Beberapa otot polos
Seumur hidupnya, seorang wanita diperkirakan akan mengeluarkan sel telur kira – kira 400 butir.

2.3.2     Vagina ( Liang Senggama )
Liang atau saluran yang menghubungkan vulva dengan rahim, terletak diantara saluran kemih dan liang dubur. Di bagian ujung tasanya terletak mulut Rahim. Ukuran panjang dinding depan 8 cm dan dinding belakang 10 cm. bentuk dinding dalamnya berlipat – lipat,, disebut rugae sedangkan ditengahnya ada bagian yang lebih keras disebut kolumna rugarum. Dinding vagian terdiri dari lapisan mukosa, lapisan otot, dan lapisan jaringan ikat. Berbatasan dengan serviks membentuk ruangan lengkung, antara lain forniks lateral kiri dan kanan, forniks anterior, dan forniks posterior. Suplai darah vagina diperoleh dari arteria uterine, arteria vesikalis inferior, arteria hemoroidalis mediana, dan arteria pudendus interna. Fungsi penting dari vagina ialah sebagai (a) Saluran keluar untuk mengalirkan darah haid dan secret lain dari Rahim, (b) Alat untuk sanggama, (c) Jalan lahir pada waktu bersalin.

2.3.3     Uterus / Histera / Hister ( Rahim )
Merupakan organ otot berdinding tebal dan berongga ( cavum ). Bentuk, besar, letak, dan susunan uterus berbeda – beda tergantung pada umur, organ sekitarnya dalam keadaan hamil. Terletak pada rongga panggul antara vesika urinaria dengan colon sigmoid dan rectum. Uterus ini sendiri berfungsi sebagai tempat implantasi ovum yang telah dibuahi, Sebagai tempat perkembangan dan memberi makan pada janjn yang sedang berkembang. Dengan vagina termasuk jalan lahir lunak.

Bagian – bagian uterus antara lain :
a.       Fundus Uteri
b.      Corpus Uteri
c.       Isthmus Uteri
d.      Serviks Uteri
Bagian dinding uterus secara historik terdiri dari 3 bagian yaitu;
a.       Lapisan serosa ( lapisan peritoneum ), di luar
b.      Lapisan otot ( lapisan myometrium ), di tengah
c.       Lapisan mukosa ( lapisan endometrium ), di dalam
Sikap dan letak Rahim dalam rongga panggul terfiksasi dengan baikk karena disokong dan dipertahankan oleh,
a.       Tonus rahim itu sendiri
b.      Tekanan intra abdominal
c.       Otot – otot dasar panggul
d.      Ligament – ligament antara lain :
-          Lig. Cardinal kanan dan kiri ( mackendort)
-          Lig. Sakro uterine
-          Lig. Rotundum
-          Lig. Latum
-          Lig. Infundibulo pelvikum
Letak Rahim dalam keadaan fisiologis adalah anteroflesi. Letak – letak lainya adalah antefleksi ( tengadah ke belakang ), retrofleksi ( tengadah ke belakang ), anteversi ( terdorong ke depan ), retroversi ( terdorong ke belakang ), suplai darah rahim dialiri oleh artteri uterine yang berasal dari arteri ilikaka interna ( a.hipogastrika ) dan arteri ovarika.
Fungsi rahim adalah    :
a.       tempat tumbuh janin berkembang.
b.      berkontraksi terutama sewaku bersalin dan sesudah bersalin.
c.       berfungsi waktu siklus haid


2.3.4     Tuba Uterina ( Saluran Telur )
Adalah saluran telur yang keluar dari korpus rahim kanan dan kiri, panjangnya 12 – 1 cm, diameter 3 – 8 mm. bagian luarnya diliputi oleh peritoneum visceral yang merupakan bagian dari ligamentum latum. Bagian dalam dilapisi silia, yaitu rambut getar yang berfungsi untuk menyalurkan telur hasil konsepsi.
Saluran telur terdiri dari empat bagian :
a.       Pars interstisialis (intramuralis),
b.      Pars ismika, yang merupakan bagian tengah saluran telur yang sempit,
c.       Pars ampularis,, di mana biasanya pembuahan (konsepsi) terjadi,
d.      Infundibulum, yang merupakan ujung tuba yang terbuka ke rongga perut. Di ujung infundibulum teredapat umbai – umbai (fimbriae) yang berguna untuk menangkap sel telur (ovum), yang kemudian akan disalurkan ke dalam tuba.
Fungsi saluran telur adalah     :
a.       sebagai saluran telur.
b.      menangkap dan membawa ovum yang dilepaskan oleh indung telur.
c.       tempat terjadinya pembuahan (konsepsi = fertilisasi)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9gJuhRR1DW9OiUdL30gykKmHBhV82sZm2nNhZsla_KIqm4lQfojFaKOxytjpWx-bghYXk7pdF7BwgGT724XBYaJBk6rFEf4RSDbUOwueLjZQ328sTLQ6wYJ6DOUWL20p5awq7VWGIYwig/s320/sist_reproduksi_wanita_interna.jpg
Gambar b : Alat Reproduksi Wanita Dalam
2.4     Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita
2.4.1        Fisiologi Berdasarkan Anatomi Organ Reproduksi Wanita
Menurut Syaifuddin (1997), berdasarkan anatominya, organ-organ dari sistem reproduksi wanita masing-masing memiliki fungsi sebagai berikut :
a.       Mons Pubis : mengandung saraf-saraf yang membantu rangsangan berhubungan seksual.
b.      Labia Mayora : sebagai pelindung labia minora.
c.       Labia Minora : sebagai pelindung liang vagina.
d.      Kelenjar Skene : mensekresi lendir (mukus) yang membantu pelumasan saat berhubungan seksual.
e.       Kelenjar Bartholini : mensekresi lendir (mukus) yang membantu pelumasan saat berhubungan seksual.
f.       Klitoris : mengandung saraf-saraf yang membantu rangsangan berhubungan seksual.
g.      Vagina : sebagai liang senggama sekaligus sebagai jalan lahir saat partus, sebagai saluran aliran darah saat haid.
h.      Serviks : sebagai pembatas antara vagina dan uterus, serta mensekresikan mukus untuk membantu sel sperma mencapai uterus.
i.        Uterus : sebagai tempat ovum yang telah dibuahi selama perkembangannya.
j.        Tuba Fallopi : sebagai saluran penghubung antara uterus dengan ovarium dan sebagai tempat pembuahan (fertilisasi).
k.      Ovarium : tempat mematangkan sel telur atau ovum.

2.4.2        Fisiologi Berdasarkan 3 Pokok Fungsi Reproduksi Wanita
Berdasarkan fungsinya, sistem reproduksi wanita mengalami fisiologis sebagai berikut, (Price, 2005) :
a.       Fungsi Seksual
Alat yang berperan adalah vulva dan vagina.  Kelenjar Bartholi’s pada vulva yang  dapat mengeluarkan cairan, berguna sebagai pelumas pada saat senggama. Selain itu vulva dan vagina juga berfungsi sebagai jalan lahir.
b.      Fungsi Hormonal
Fungsi hormonal adalah fungsi yang melibatkan peran ovarium dan uterus yang mempertahankan fungsi kewanitaan dan pengaturan haid (menstruasi). Perubahan-perubahan fisik dan  psikis yang terjadi sepanjang kehidupan seorang wanita erat hubungannya dengan fungsi indung telur yang menghasilkan hormon-harmon wanita yaitu estrogen dan progesteron. Dalam masa kanak-kanak indung telur belum menunaikan fungsinya dengan baik. Tatkala indung telur mulai berfungsi, yaitu  kurang lebih pada usia 9  tahun, mulailah ia secara produktif  menghasilkan hormon-hormon wanita. Hormon-hormon ini mengadakan interaksi dengan hormon-hormon yang dihasilkan kelenjar-kelenjar di otak. Akibatnya terjadilah perubahan-perubahan fisik pada wanita. Paling awal terjadi pertumbuhan payudara, kemudian terjadi pertumbuhan rambut kemaluan disusul rambut-rambut di ketiak.
Selanjutnya terjadilah haid yang pertama  kali, disebut menarche, yaitu sekitar usia 10-16 tahun. Awal mula haid datang tidak teratur, selanjutnya timbul secara teratur. Sejak saat inilah seorang wanita masuk kedalam masa reproduksinya yang berlangsung kurang lebih 30 tahun. Pertumbuhan badan menjelang menarche dan 1 sampai 3 tahun setelah  menarche berlangsung dengan cepat, saat ini disebut masa pubertas. Setelah masa reproduksi wanita masuk kedalam masa yang menunjukan fungsi indung telur yang mulai berkurang. awal-mula haid menjadi sedikit, kemudian datang 1-2 bulan sekali atau tidak teratur dan akhirnya berhenti sama sekali. Bila keadaan ini  berlangsung 1 tahun, maka dikatakan wanita mengalami menopause. Menurunnya fungsi indung telur ini sering disertai gejala-gejala panas, berkeringat, jantung berdebar, gangguan psikis yaitu emosi yang labil. Pada      saat  ini  terjadi  pengecilan        alat-alat reproduksi  dan  kerapuhan  tulang.
Menstruasi  atau  haid  yang  terjadi  secara  siklus,  24-36  hari  sekali,  timbul  karena pengaruh-pengaruhormon  yang  berinteraksi  terhadap  selaput  lendir  rahim  (endometrium). Lapisan tersebut berbeda ketebalannya dari hari-kehari, paling  tebal terjadi  pada saat masa subur,  yang mana  endometrium  dipersiapkan  untuk kehamilan.  Bila  kehamilan  tidak  terjadi, lapisan ini mengelupas dan terbuang berupa darah haid. Biasanya haid berlangsung 2-8 hari dan jumlahnya kurang lebih 30-80 cc. Sesaat setelah darah haid  habis, lapisan tersebut mulai tumbuh kembali, mula-mula tipis kemudian bertambah  tebal untuk kemudian mengelupas lagi berupa darah haid. Menjelang haid dan beberapa hari saat haid wanita sering mengeluh lelah, mudah tersinggung, pusing, nafsu makan berkurang, buah dada tegang, mual dan sakit perut bagian  bawah.  Kebanyakan  wanita  menyadari  adanya keluhan ini dan tidak  mengganggu aktivitasnya, tetapi beberapa wanita merasakan keluhan ini berlebihan. Berat ringannya keluhan ini, sesungguhnya tergantung dari latar belakang psikologis dan keadaan emosi pada saat haid
c.       Fungsi Reproduksi
Tugas reproduksi dilakukan oleh indung  telur, saluran  telur  dan  rahim. Sel telur  yang setiap bulannya dikeluarkan dari kantung telur pada saat masa  subur akan masuk  kedalam saluran telur untukemudian bertemu dan menyatu dengan  sel benih  pria (spermatozoa) membentuk organisme baru yang disebut zygote, pada saat inilah ditentukan jenis kelamin janin dan sifat -sifat genetiknya. Selanjutnya zygote akan terus berjalan sepanjang saluran telur dan masuk kedalam rahim.
Biasanya pada bagian atas rahim  zygote akan menanamkan diri dan berkembang menjadi morula. Morula  selanjutnya  tumbuh dan berkembang sebagai janin yang kemudian akan lahir pada umur kehamilan cukup bulan. Masa subur pada siklus haid 28 hari, terjadi sekitar hari ke empabelas dari hari pertama haid. Umur sel telur sejak dikeluarkan dari indung telur hanya benumur 24 jam, sedangkan sel benih pria berumur kurang lebih 3 hari.

2.5      Kelainan atau Gangguan pada Sistem Reproduksi Perempuan
Gangguan pada sistem reproduksi perempuan, antara lain tumor ovarium, kista ovarium, kanker serviks, masalah menstruasi, penyakit menular seksual, dan sterilitas.
2.5.1        Tumor Ovarium
Tumor Ovarium yang paling umum terjadi pada perempuan dewasa adalah jenis teratoma ovarium, baik jinak maupun ganas. Tumor biasanya dapat dideteksi sebagai suatu masssal sel di bagian abdomen dan sering kali menimbulkan rasa nyeri. Tumor dapat dihilangkan melalui pembedahan.

2.5.2        Kista Ovarium
Kista adalah kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam. Kista yang berada di dalam atau permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium atau tumor ovarium.
Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium. Jenis-jenis kista ovarium antara lain : kista fungsional, kista folikular, kista korpus luteum, kista dermoid, kista endometriosis, kista denoma, dan polikistik ovarium.

2.5.3        Kanker Serviks
Serviks merupakan dasar uterus yang berhubungan dengan vagina. Sel-sel yang terbentuk di permukaan serviks dapat tumbuh abnormail dengan bentuk yang tidak teratur. Keadaan tersebut dapat dideteksi dengan teknik apusan jaringan dari bagian atas vagina. Ketidaknormalan sel-sel tersebut bukanlah bukti kanker, tetapi sel-sel yang tidak teratur dapat menjadi kanker. Diagnosis awal dan pengobatan dapat mencegah perkembangan penyakit ini.

2.5.4        Masalah menstruasi
Masalah yang paling umum adalah berkisar dari dysmenorrhea ( masalah menstruasi menyakitkan ), menorrhagia ( menstruasi yang banyak ), hingga oligomenorrhea ( tidak menstruasi dan/atau menstruasi tidak teratur). Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian pil hormon.

2.5.5        Penyakit Menular Seksual ( PMS )
Penyakit ini meliputi HIV/AIDS, HPV, sifilis, gonorea, dan herpes genitalis. Penyakit ini dapat menyebar dari satu orang ke orang lain, salah satunya melalui hubungan seksual.
2.5.6        Sterilitas/Infertilitas
Suatu bentuk infertilitas atau kemandulan pada perempuan adalah penyumbatan oviduk secara permanen yang mencegah ovum dibuahi atau mencapai uterus. Untuk mengatasinya, ovum harus diambil dari ovari melalui pembedahan dan dibuahi secara eksternal sebelum dikembalikan ke dalam uterus















BAB III
PENUTUP



3.1    Simpulan
Sistem reproduksi wanita merupakan sebuah sistem tubuh yang memiliki bentuk dan fungsi yang unik dan berbeda dengan sistem-sistem tubuh lainnya. Alat reproduksi wanita dibagi atas 2 bagian yaitu : alat reproduksi luar (genetalia eksterna) dan alat reproduksi dalam (genetalia interna) (Prawirohardjo, 2009).
Bagian-bagian alat reproduksi luar organ genitalia eksterna terdiri dari vulva (pukas) atau pudenda, mons veneris atau mons pubi, labia mayora (bibir-bibir besar), labia minora (bibir-bibir kecil atau nymphae), klitoris, vestibulum, bulbus vestibuli sinistra et dekstra, perineum, introitus vagina.
Bagian-bagian alat reproduksi dalam terdiri dari sepasang ovarium ( indung telur ), vagina    ( liang senggama ), uterus / histera / hister ( rahim ) dan tuba uterina ( saluran telur ).
Menurut Syaifuddin (1997), berdasarkan anatominya, organ-organ dari sistem reproduksi wanita masing-masing memiliki fungsi sesuai dengan organ-organ tersebut.
Berdasarkan fungsinya, sistem reproduksi wanita mengalami fisiologis sebagai berikut, (Price, 2005) : fungsi seksual, fungsi hormonal dan fungsi reproduksi.
Gangguan pada sistem reproduksi perempuan, antara lain tumor ovarium, kista ovarium, kanker serviks, masalah menstruasi, penyakit menular seksual, dan sterilitas

3.2   Saran
Demikian isi makalah ini, kami sangat menyadari bahwa masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki dalam penyusunan makalah ini, baik dari segi bentuk maupun materi yang kami paparkan. Untuk itu segala kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan guna perbaikan makalah selanjutnya.


DAFTAR PUSTAKA



Purnawan Junadi, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi ke 2. Media Aeskulapius, FKUI 1982.
Soeparman, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Balai Penerbit FKUI 1990.
Doenges E Marilynn, 2000., Rencana Asuhan Keperawatan, EGC, Jakarta
Kalim, Handono, 1996., Ilmu Penyakit Dalam, Balai Penerbit FKUI, Jakarta.
Mansjoer, Arif, 2000., Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculaapius FKUI, Jakarta.
Prawirohardjo, S. (2009). Ilmu Kebidanan. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta. Pearce, Evelyn C. 2008. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nunas saran lan kritik majeng ring para pengwacen sami demi kemajuan blog puniki..
Suksma..